Wednesday, November 1, 2017

Indonesia-Tiongkok dalam Kehangatan Kopi dan Penganan Nusantara November 02, 2017 at 01:40PM

Indonesia-Tiongkok dalam Kehangatan Kopi dan Penganan Nusantara

Inibaru. Kehangatan kopi Nusantara dan kenikmatan penganan khas Indonesia berhasil menyihir para pengunjung Bazar Amal Internasional di Beijing, Tiongkok pada 29 Oktober 2017 lalu. Di bawah suhu udara yang cukup dingin, kuliner tersebut itu benar-benar berhasil menarik perhatian mereka.

Aneka kuliner itu, berpadu dengan penganan lain, kerajinan, dan beberapa alat musik tradisional Indonesia, tersaji dalam Bazar Amal Internasional yang diselenggarakan pemerintah Tiongkok di Beijing.

Dilansir Metrotvnews, Senin (30/10/2017), bazar amal ini merupakan inisiasi dari Madame Qian Wei, istri Menlu Tiongkok, Wang Yi. Kehadiran Menlu Wang dalam pembukaan menandakan kegiatan tersebut dipandang penting oleh Negeri Tirai Bambu.

Stan KBRI Beijing merupakan salah satu dari 100 lebih stan perwakilan asing dan organisasi internasional serta puluhan perusahaan setempat yang paling dipadati pengunjung. Lokasinya tak jauh dari KBRI Beijing, yakni di Gong Ti atau Worker's Stadium.

Keseluruhan hasil transaksi bazar ini didedikasikan untuk mendukung pembangunan fasilitas rumah sehat bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil di Provinsi Yunnan.

Adapun kuliner khas Indonesia yang disediakan dalam bazar tersebut antara lain nasi goreng, mie goreng, sate ayam, kerupuk, kue lapis legit, pastel, martabak manis, dan kue pandan. Semua makanan khas itu banyak diminati penduduk setempat, terutama yang disajikan hangat lantaran cuaca di Beijing yang cukup dingin kala itu.

Kopi Nusantara yang menjadi produk unggulan Indonesia menjadi salah satu primadona dalam bazar yang digelar selama sehari penuh tersebut. Aneka makanan ringan yang cocok dinikmati bersama kopi itu juga turut digemari.

Stan Indonesia yang berukuran 9 x 3 meter itu penuh sesak. Tak hanya makanan, stan dengan sentuhan dekorasi khas budaya Indonesia ini juga diisi berbagai produk garmen dan kerajinan tangan dengan ciri khas budaya Tanah Air, seperti tas anyam, aneka pakaian batik dan aksesori menarik lainnya.

Di antara seluruh produk bermotif batik, selendang batik bahan sutra menjadi incaran utama, khususnya di kalangan ibu-ibu dan remaja putri.

Istri Dubes RI untuk Tiongkok dan Mongolia sekaligus Ketua Umum Darma Wanita Persatuan KBRI Beijing, Aslida N Rahardjo, bahkan harus terjun langsung melayani pengunjung dalam ajang ini. Hingga penutupan, tercatat lebih dari 400 pengunjung menyambangi stan KBRI Beijing.

Aslida mengungkapkan, partisipasi tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan Indonesia-Tiongkok.

Kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang untuk mempromosikan khasanah kuliner, warisan seni budaya, dan potensi destinasi wisata di Tanah Air," tandasnya.

S U M B E R


No comments:

Post a Comment