Teman-teman, apakah kalian percaya bahwa keberuntungan datang begitu saja?
Melimpahkan segala tenaga dan uang yang kalian miliki.
Tetapi hasil kerjanya buruk atau tidak sesuai dengan harapan?
Mungkinkah karena tidak beruntung? atau karena kurang berusaha?
Mari kita bahas satu persatu mengenai Usaha, Keberuntungan dan Kesialan.

Saya percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil dan saya telah membuktikan itu.
Ketika duduk di bangku kelas 10, saya ingin mendapatkan nilai terbaik untuk pelajaran sejarah.
Karena termotivasi untuk mendapat nilai terbaik, saya berusaha semaksimal mungkin.
Dengan cara mencatat semua yang guru saya katakan dan mencicil materi dari jauh-jauh hari.
Benar-benar waktu itu, saya curahkan semua pikiran, tenaga, dan waktu saya untuk pelajaran sejarah.
Alhasil nilai ulangan harian saya selalu mendapatkan nilai 100.
Jika saya tidak berusaha sedemikian rupa, mungkinkah saya bisa mendapatkan nilai 100 di setiap ulangan harian sejarah saya? Tentu tidak.

Mungkin ini sedikit berlawanan dengan "Usaha tidak akan mengkhianati hasil".
Tidak. sama sekali tidak berlawanan.
Usaha tidak akan mengkhianati hasil.
Itu sudah benar teman-teman.
Loh, Kok bisa?
Sebelum saya jelaskan, mari simak pengalaman hidup saya berikut ini.
Saya memang mendapatkan nilai 100 di setiap ulangan harian Sejarah.
Tetapi pada UAS, nilai sejarah saya jeblok.
Tidak jelek-jelek amat, tetapi tidak mencapai nilai 100.
Apa sebabnya? Kan saya sudah berusaha, tetapi kok hasilnya tidak memuaskan?
Seperti yang saya bilang, usaha tidak akan mengkhianati hasil.
salah dari proses berusahanya.
Mungkin karena motivasinya memudar, sehingga usaha yang dicurahkan semakin rendah.
Alhasil hasilnya pun menjadi tidak maksimal, alias tidak memuaskan.
Lalu, Bagaimana Agar Kita Bisa Mendapatkan Keberuntungan?

Sesuatu yang kita inginkan datang dengan sendirinya, ketika kita tidak berusaha untuknya, atau tidak memberikan usaha lebih untuknya.
Contohnya, ketika seseorang mendapatkan gaji. Biasanya gajinya hanya 5. 000. 000 rupiah. Tetapi bulan ini, ia mendapatkan gaji sebesar 7. 000. 000 rupiah. Padahal pekerjaan yang dilakukan dan usaha yang diberikan, tidak berbeda dengan bulan sebelumnya.
Kok bisa?
Iya, dalam kasus ini. Bosnya lagi bahagia. Mungkin lamaran pernikahannya di terima, ea.
Catatan, karyawannya memang berusaha untuk bekerja di sana, tetapi ia tidak melakukan usaha lebih alias usahanya ya standar/apa adanya (nilai dari usahanya 5. 000. 000 rupiah).
Atau setiap orang melakukan usaha yang sama persis, tetapi yang mendapatkannya hanya satu orang.
Contohnya, menang undian berhadiah. biasa hanya satu orang saja yang bisa mendapatkan hadiahnya. Padahal semua orang yang mengikuti sudah memberikan usaha yang sama yaitu mengambil undiannya. Apa yang susah? Semua orang bisa melakukannya, jika mereka mau.
Sebaiknya jangan terlalu banyak berharap pada keberuntungan seperti ini. Kenapa?
Potensi terjadinya kecil, 1 : 999. 999.
Lebih baik berusaha untuk menciptakan keberuntungan.
Kalau misalnya mendapatkan keberuntungan yang datang tiba-tiba. Anggap saja itu berkah dari langit dan harapan dari orang yang mendoakan kita. Kita patut bersyukur untuk itu.

Idealnya kita berusaha dan menciptakan potensi keberuntungan untuk mendapatkan keberuntungan.
Ada salah satu pengalaman hidup saya yang cocok dengan ini.
Saya adalah orang suka menulis, terutama sejak SMA. Menulis sudah menjadi teman hidupku. Berbagai cerita telah saya ciptakan, bahkan saya dulu pernah membuat blog (walau gagal karena tidak konsisten).
Singkat cerita, karena banyak karya tulis yang telah saya ciptakan, saya mulai dikenal sebagai calon penulis handal oleh teman-teman saya (Pede Amat Hahaha).
Akhirnya, saya ditawari teman-teman saya untuk menjadi script writer dan membantu project short-movie mereka. Saya sungguh berterima kasih, telah diberikan kesempatan untuk berkarya di ranah perfilman youtube.
Bagi saya, diberi kesempatan untuk berkarya adalah keberuntungan.

Percaya atau tidak percaya, hal seperti ini sangat bisa terjadi. Pernahkah kalian mengalami kejadian seperti ini?
Berusaha semaksimal mungkin, proses sudah sangat baik, tetapi hasil yang didapat buruk atau tidak memuaskan. Kesal? Pasti!
Katanya "Usaha tidak akan mengkhianati hasil". akah masih berlaku?
Masih!
Sebelum saya beri jawaban, saya akan memberikan contohnya. Ini cerita fiksi ya, tapi model beginian, mungkin pernah terjadi di dunia nyata.
Suatu ketika, ada seseorang mengendarai motor di jalan raya. Ia sudah berhati-hati, mengenakan helm, jaket tebal lengan panjang, sarung tangan, celana panjang, dan kondisi motor yang sehat.
Singkat cerita, tiba-tiba ada pengendara lain yang bawa mobil. Suasana mobilnya tidak mengenakan, sopirnya mabuk. Alhasil, karena kurang fokus. Sopirnya menabrak pengendara motor, meski si pengendara motor sudah berhati-hati dan berusaha menghindar.
Dari cerita diatas, apa yang kalian tangkap?
Kalau yang saya tangkap, usaha si pengendara motor itu tidak mengkhianati hasil.
Kenapa demikian?
Karena bila si sopir tidak mabuk dan menaati aturan berkendara, maka hasil yang di dapat oleh si pengendara motor tidak akan buruk seperti cerita diatas.
Untungnya pengendara motor memakai perlengkapan berkendara seperti helm, sarung tangan, dan lain-lain. Sehingga lukanya tidak begitu parah.
Intinya, usaha dan proses yang dilakukan sudah sangat baik.
Hanya saja, kadang kita tidak dapat mengendalikan apa yang orang lain lakukan.
Itu bukan kesalahan kita.
Kita hanya sedang sial.
Dengan kondisi seperti itu, apakah kita harus pasrah?
Tidak!
Justru dengan kondisi seperti itu, kita harus menjadi lebih ekstra berhati-hati.
Kita tidak boleh melupakan satu kata sakti yaitu "Bersyukur".
Bersyukurlah, karena kita masih bisa berusaha untuk belajar dari pengalaman.
Lihatlah ke bawah, ada yang kondisinya lebih susah dari kita.
Tetapi, mereka tetap tersenyum dan berpikir positif.
- Usaha dan Bagaimana Kita Berproses, tidak akan pernah mengkhianati hasil.
- Keberuntungan dan Kesialan.
Baik itu datang tiba-tiba atau kita yang menciptakannya dapat mempengaruhi hasil yang ingin kita capai.
-
Yang pada akhirnya akan memberi salah satu dari dua hal ini yaitu keberuntungan atau kesialan.
- Setiap keputusan memiliki risiko, tidak ada jalan pintas untuk mendapatkan hasil besar.
Anda sendiri yang menentukan. Hidup ini pilihan.
- Jika anda mendapatkan keberuntungan, anda patut bersyukur dan tetap rendah hati.
Jangan terbawa suasana dan kebla-blasan sombong.
Apa yang anda dapatkan, tidaklah kekal.
Hidup ini tidak hanya sebatas di bumi saja.
- Jika anda mendapatkan kesialan, anda juga patut bersyukur.
Jika anda tidak kuat menghadapinya. Berarti anda lebih lemah dibandingkan orang yang kondisinya lebih susah dari anda, tetapi mereka berusaha untuk menyinari kegelapannya dengan senyumannya.
- Di dunia ini, yang susah itu tidak cuma anda seorang.
Semua orang mengalami kondisi yang menyulitkan.
Mau Menyerah dengan Hasil yang Buruk atau Bangkit Lagi dengan Hasil yang Baik.
- Orang yang berusaha dan pantang menyerah, serta berpikir positif dalam kondisi yang menyulitkan sekalipun, adalah orang yang senantiasa lebih berbahagia, dibandingkan mereka yang selalu mengeluh dan membawa emosi negatif.
- Karena suatu saat, pasti ada hari yang indah bagi mereka yang senantiasa berusaha, dan tidak mudah menyerah pada keadaan.






No comments:
Post a Comment