Thursday, November 30, 2017

Interupsi Saat Paripurna, Anggota DPRD Mengeluh Sulit Bertemu Anies November 30, 2017 at 06:14PM

Sebenarnya orang yang bertipe "konseptor" memang lebih senang bertemu dengan ide dan konsep, dan relatif enggan bertemu dengan orang.
Tapi seharusnya Anies menyadari bahwa ia bukan lagi akademisi konseptor, namun telah menjadi politisi yg harus melayani "orang".
Ahok saja tiap hari di Balaikota dengan semangat pagi menemui warga yang melayangkan berbagai komplain.

JAKARTA, KOMPAS. com — Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD DKI Jakarta Mualif menginterupsi sidang paripurna pengesahan APBD DKI 2018 di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Kamis (30/11/2017).

Mualif awalnya mengeluh soal pelintasan sebidang kereta api yang akan ditutup oleh penerintah pusat.

Sementara kita tahu bahwa di lapangan, setelah (pelintasan sebidang) ditutup, ini akan berdampak pada kemacetan yang makin panjang dan lama," kata Mualif.

Selain itu, kendaraan akhirnya masuk ke permukiman untuk menghindari macet. Hal itu membuat warga yang tinggal di permukiman terganggu.

Mualif mengatakan pernah ingin menyampaikan masalah itu kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun, dia kesulitan menemui Anies. Akhirnya masalah ini dia adukan lewat sidang paripurna.

Tadi pagi saya ingin menghadap Gubernur, tapi protokoler mencegah, tidak bisa karena harus melalui prosedur dan lainnya. Kalau wakil rakyat ketemu Gubernur saja susah, apalagi rakyatnya? kata Mualif.

Mualif meminta Anies memperhatikan masalah itu. Dia menyarankan Pemprov DKI bekerja sama dengan pemerintah pusat agar kenyamanan warga tidak terganggu oleh proyek pemerintah.

S U M B E R


No comments:

Post a Comment