Menurut para pakar kesehatan dan iklan dari dinkes merokok adalah sebuah tindakan bunuh diri perlahan.

sebegitu pentingnya kah? Iya, mungkin bagi ente semua yang bukan penghisap tembakau, perokok adalah pengganggu ketenteraman, kenyamanan dan kesehatan umum. Ada beberapa hal yang cuma bisa dimengerti oleh penghisap tembakau alias perokok. Dengan kegiatan yang bikin sumpek para penghisap biasanya harus pandai dalam mencuri waktu. Dituntut pandai memperkirakan kedatangan si boss atau atasan demi sebatang rokok. Atau kasarnya dituntut kreatif memanfaatkan waktu. Hal ini hanya mampu dipahami jika anda seorang penghisap.
Kebangun tengah malem dan nggak ada sebatangpun rokok yang tersisa merupakan ujian berat bagi para penghisap. Mau keluar nyari minimarket 24 jam tapi males, mau tidur tapi mulut asem. Yang jadi ya harus terima nasib dulu.
Sebuah kenikmatan tersendiri sehabis makan pedas disambung dengan sebatang rokok.
Tapi pas sehabis makan nggak ada rokok yasudah meranalah hati ini gundah gulana bercampur mulut asem.
Korek emang murah gocengan udah dapet, tapi saat baru beli tapi udah raib dibawa orang disitu hati ini sedih. Terpaksa harus nunggu petir dari langit (lebay), jadi ya nunggu orang lain nyalain rokok terlebih dahulu buat minjem koreknya.
Pagi-pagi terasa kurang lengkap saat melakukan ritual djkamar mandi tanpa rokok ditangan.









No comments:
Post a Comment