Untuk Jaga Keamanan Udara Pulau Natuna, Kemenhan Andalkan Rudal MANPADS Chiron October 30, 2017 at 07:57PM

Untuk Jaga Keamanan Udara Pulau Natuna, Kemenhan Andalkan Rudal MANPADS Chiron

Seiring memanasnya kawasan Laut Cina Selatan, Pulau Natuna yang langsung berhadapan dengan kawasan itu mau tak mau selalu bersiaga. Selain komponen jet buru sergap F-16 Fighting Falcon dan Sukhoi Su-27, Natuna pun diperkuat artileri pertahanan udara (arhanud).

Kanon pertahanan udara Indonesia setidaknya ada tiga serangkai, Oerlikon Syshield 35 mm, rudal MANPADS Chiron dan QW-3. Dari ketiganya, Oerlikon Skyshield produksi Rheinmetall Air Defence AG, manufaktur senjata asal Swiss, bisa dianggap yang paling canggih.

Untuk Jaga Keamanan Udara Pulau Natuna, Kemenhan Andalkan Rudal MANPADS Chiron

Berdasarkan pengadaan tahun 2013, Kementerian Pertahanan membeli enam baterai Oerlikon Skyshield senilai 113 juta euro. Dalam gelarannya, satu baterai Skyshield Paskhas terdiri dari dua Firing Unit (FU). Satu FU Skyshield terdiri dari dua kanon Oerlikon Skyshield 35 mm, satu unit radar, dan satu shelter Fire Control Unit (Command Post).

Sistem Oerlikon Skyshield memang tak asing lagi di Bumi Natuna. Tapi apakah komposisi perlindungan Skyshield itu sudah ideal? Di Pulau Natuna Besar yang luasnya mencapai 1. 720 km² tak hanya Lanud Ranai yang menjadi obyek vital. Masih fasilitas Lanal di Bunguran Timur dan dermaga militer di Selat Lampa, bagian selatan pulau. Empat pucuk Skyshield memang tidak memadai untuk pertahanan yang optimal.

Untuk Jaga Keamanan Udara Pulau Natuna, Kemenhan Andalkan Rudal MANPADS Chiron

Dalam Seminar "Penggunaan Alat Penginderaan Jarak Jauh dan Peluru Kendali dalam Menjaga Kedaulatan Ruang Udara Nasional" yang diselenggarakan National Air and Space Power Centre of Indonesia (NASPCI) di Jakarta, 25 Oktober lalu, Vice President Sales Asia Rheinmetall Air Defence Stefan Sch├Ądler juga memberikan presentasi. g menarik, ia juga mengurai pertahanan udara di Natuna.

Wakil Rheinmetall itu memproyeksikan sistem hanud tak hanya di Lanud Ranai, tapi juga ke Lanal dan selat wilayah selatan pulau. Meski fokus kekuatan pada point defence di ketiga obyek vital, Rheinmetall menawarkan solusi pertahanan udara dengan mengintegrasikan keberadaan rudal pertahanan udara jarak sedang. Artinya, lawan harus dapat dihancurkan sebelum berhasil melintasi pulau.

Untuk Jaga Keamanan Udara Pulau Natuna, Kemenhan Andalkan Rudal MANPADS Chiron

Dalam paket integrasi yang melibatkan rudal jarak sedang, Stefan—seorang kolonel di AU Swiss, menawarkan Infra Red Imaging System Surface Launched (IRIS-T SL) besutan Diehl BGT Defence, Jerman. Rudal yang dirilis perdana 2005 itu mempunyai jarak tembak efektif hingga 40 km. Rudal tersebut dapat menguber sasaran hingga ketinggian 20 km dalam kecepatan Mach 3.

Untuk Jaga Keamanan Udara Pulau Natuna, Kemenhan Andalkan Rudal MANPADS Chiron

Karena mengusung rudal jarak sedang, maka Rheinmetall membutuhkan kehadiran radar penjejak yang mampu mengendus sasaran di radius 50 – 80 km. Serupa tapi tak sama, peran IRIS-T SL bisa dibilang setanding dengan rudal National Advanced Surface to Air Missile System (NASAMS) dari Norwegia, yang dua baterainya telah dipesan untuk Denhanud Paskhas AU.

Selain itu, disarankan pula untuk mengintegrasikan rudal MANPADS Short Range Air Defence (SHORAD) dengan rudal Chiron buatan Korea Selatan. Bagaimanapun pepatah lama memang tetap relevan: bersatu dan berpadu, kita akan kukuh.

S U M B E R


0 Response to "Untuk Jaga Keamanan Udara Pulau Natuna, Kemenhan Andalkan Rudal MANPADS Chiron October 30, 2017 at 07:57PM"

Post a Comment