Japan the deadly samurai in the century (senjakala ekonomi jepang) November 22, 2017 at 11:33AM


Japan the deadly samurai in the century (senjakala ekonomi jepang)
Japan. masih segar dalam ingatan kita dimana pada era 80 sampai 90 an dimana merk merk produk mahal, terkenal dengan durability nya, produk lux mulai dari Walkman, AC, Mobil, TV, mesin cuci etc.

Tapi memasuki era 2000an, dimana seakan akan semua itu bergeser ke berbagai produk Korea, China juga yang mulai memperbaiki brand image nya.
Sebenarnya banyak yang bertanya tanya mengapa jepang yang telah terlebih dahulu menjadi market leader untuk industry technology nya dapat "disalip" oleh pemain baru dengan produk produk nya? ngapa Korea dapat membuat positioning yang bagus sehingga produk produk nya sekarang terkenal dengan image nya yang lux seperti Samsung, LG, KIA dll?
Japan the deadly samurai in the century (senjakala ekonomi jepang)
Apakah ini erat kaitannya dengan budaya kerja milenial yang kaya akan inovasi, dimana generasi milenial yang dikatakan sebagai "kutu loncat" bila dibandingkan dengan budaya kerja penduduk jepang yang "satu tempat kerja untuk seumur hidup"? ibatkan senioritas yang tinggi, membuat orang orang tua yang settle dan tempat kerja yang nyaman sehingga menghasilkan pekerja closed minded yang tertutup akan adanya masukan dari junior? Birokrasi yang berbelit belit untuk menyaring setiap ide baru? Senior yang lebih dihargai?
Semuanya itu sangat berbanding terbalik dengan budaya kerja penduduk Korea yang mengikuti trend Milenialis yang cenderung cepat, kreatif, inovatif yang mengakibatkan mereka cenderung mengabaikan birokrasi, mudah berpindah kerja, akrab dengan teknologi.
Apakah yang dapat dipelajari dari semua ini? Mengapa Kaizen (continues improvement) yang dipelopori penduduk jepang malah tidak diterapkan dalam lini bidang mereka?
Apakah ini membuat kesimpulan bahwa di era sekarang bahwa perasaan puas dan merasa nyaman membuat kita lupa bahwa adanya bahaya yang mengacam yang membuat kita tidak mau belajar, tidak adanya keinginan untuk terus berinovasi dan berkembang. Sehingga membuat kita keluar dari peta persaingan global yang sengit?
Faktor Demografi?
Japan the deadly samurai in the century (senjakala ekonomi jepang)


Biaya hidup yang tinggi, populasi dari orang tua yang meningkat tajam, persentase orang bunuh diri penduduk jepang juga termasuk tertinggi di dunia. Beberapa angkatan milenialis jepang menjadi orang yang pesimistis akan kehidupan, lingkungan dan politik Negara.
Japan the deadly samurai in the century (senjakala ekonomi jepang)
My girlfriend told me, if this is all I make, we can't get married, we can't have children," he said. estly, it was pretty shocking to think about. Many other young couples have had that conversation. The percentage of men and women in their 20s who want to get married has fallen sharply over the past three years, to 39 percent of men and 59 percent of women, with many citing low pay as the reason, according to a survey this year by the Meiji Yasuda Institute of Life and Wellness.

Beban hidup yang berat membuat angkatan muda jepang enggan untuk menikah, percakapan diatas dapat dengan mudah ditemukan di jepang (walaupun pada faktanya beberapa Negara maju juga menghadapi situasi yang demikian).

Tekanan pekerjaan mengakibatkan penduduk jepang banyak yang menghabiskan lebih dari 12 jam di kantor, sehingga dikenal di jepang istilah salary man, pekerja dengan upah yang pas pas an tetapi beban kerja yang berat.


Japan the deadly samurai in the century (senjakala ekonomi jepang)
Moral of the article, akankan kita tetap menganggap jepang suatu Negara maju yang indah setelah melihat lebih dalam isi dari Negara tersebut?
Japan the deadly samurai in the century (senjakala ekonomi jepang)

S U M B E R


0 Response to "Japan the deadly samurai in the century (senjakala ekonomi jepang) November 22, 2017 at 11:33AM"

Post a Comment